Sabtu, 29 Oktober 2016

laporan penutup

BAB V
PENUTUP
                Simpulan
          Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab IV, diperoleh empat simpulan dalam            kajian ini.
1.      Implementasi Manajemen Berbasis Pondok Pesantren Salafi Studi Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang meliputi, a) manajemen kurikulum pondok pesantren dan pengajarannya, b) manajemen tenaga kependidikan (ustazd), c) manajemen kesiswaan (santri), d) manajemen keuangan, e) manajemen sarana dan prasarana, f) manajemen hubungan masyarakat, g) manajemen layanan khusus.
2.      Faktor pendukung implementasi Manajemen Berbasis Pondok Pesantren Salafi Study Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang antara lain, a) dukungan peraturan pemerintah dan perundang-undangan, b) tuntutan kehidupan demokrasi dalam era reformasi, c) adanya sub Hubungan Masyarakat(HUMAS), d) adanya kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan profesionalisme ustazd, e) sarana dan prasarana yang lengkap, f) prestasi dalam lomba kegiatan santri, g) adanya layanan khusus, h) letak pondok yang sangat setrategis.
3.      Faktor penghambat  implementasi Manajemen Berbasis Pondok Pesantren Salafi Study Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang sebagai berikut:
a.       Manajemen kurikulum dan pengajaran: penerapan kurikulum pondok pesantren mrnuntut penyesuaian untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
b.      Manajemen tenaga kependidikan: kurangnya kedisiplinan dari para ustazd.
c.       Manajemen kesiswaan: santri kesulitan dalam menangkap pelajaran.
d.      Manajemen keuangan: tidak adanya honor untuk ustazd.
e.       Manajemen sarana dan prasarana: fasilitas pendukung yang lengkap, tidak diimbangi dengan perawatan dan pemeliharaan yang baik dari pondok pesantren.
f.       Manajemen hubungan masyarakat: kurangnya peran aktif pondok pesantren.
g.      Manajemen layanan khusus: dalam program perpustakaan petugas tidak aktif, koleksi kitab yang dikurikulumkan juga masih belum lengkap dan kitab yang disediakan untuk asatizd juga masih terbatas.
4.      Pemecahan masalah dalam penghambat implementasi Manajemen Berbasis Pondok Pesantren Salafi Study Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang sebagai berikut:
a.       Manajemen kurikulum dan pengajaran: pengajar yang di anggap paling senior memberikan sosialisasi mengenai cara mengajar kepada para santri dengan sesuai kebutuhan dan tingkatannya.
b.      Manajemen tenaga kependidikan: pertamamengisi daftar hadir ustazd, kedua pelaporan daftar hadir ustazd kepada pengasuh pondok pesantren (MIS).
c.       Manajemen kesiswaan: ustazd melakukan evaluasi kemudian menerapkan perbaikan dalam bentuk tehnik belajar mengajar. Selain itu pondok juga menyediakan ustazd khusus untuk membimbingnya.
d.      Manajemen keuangan: memberikan bisyaroh dengan alakadarnya. Selain itu pondok pesantren (MIS) juga memberikan kebebasan untuk para ustazd yang tidak sama dengan pengurus yang selain ustazd.
e.       Manajemen sarana dan prasarana: dengan menumbuhkan kesadaran kepada para santri pondok pesantren (MIS) akan pentingnya memelihara, menjaga dan merawat fasilitas yang ada. Disamping itu pondok pesantren (MIS) juga memberikan koordinator khusus kebersihan pondok pesantren.
f.        Manajemen hubungan masyarakat: melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para alumni pondok pesantren khususnya (MIS), selain itu pondok pesantren memilih satu dari beberapa santri untuk menjadi koordinator hubungan masyarakat (HUMAS).
g.      Manajemen layanan khusus:pondok pesantren (MIS) memberikan amanat kepada beberapa santri yang paling gemar membaca untuk menjadi petugas perpustakaan. Pondok pesantren (MIS) juga mengalokasikan sebagian syahriah para santri untuk pembelian kitab dan juga melengkapi kekurangan perpustakaan.
B.     Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti menyampaikan beberapa saran-saran untuk dijadikan masukan bagi pelaksanaan pendidikan Islam di Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang sebagai berikut:
1.      Pondok pesantren harus mengutamakan kualitas dalam memberikan pengajaran para santri.
2.      Pondok pesantren harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap para asatizd dan para santrinya secara rutin dan kontinyu.
3.      Pondok pesantrenharus mencari pendapatan (incomme) lain untuk memberi honor para asatizd.
4.      Pondok pesantren haeus menjalin hubungan dengan masyarakat dengan baik dan harus aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang mengarah ke posititif.
5.      Demikian saran-saran  yang dapat penulis kemukakan, harapan dari penulis semoga karya tulis ilmiah ini dapat dijadikan sebuah bahan pertimbangan terhadap kepedulian guru agama dalam menanggulangi kenakalan siswa, sehingga apa yang diharapkan oleh guru dan orang tua bisa tercapai.
Demikian saran-saran  yang dapat penulis kemukakan, harapan dari penulis semoga penelitian ini dapat dijadikan sebuah masukan kepada pondok pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS)  sehingga apa yang diharapkan oleh pondok pesantren dan orang tua bisa tercapai.