BAB
V
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan pada bab IV, diperoleh
empat simpulan dalam kajian ini.
1.
Implementasi
Manajemen Berbasis Pondok Pesantren Salafi Studi Dipondok Pesantren Ma’hadul
Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang meliputi, a) manajemen
kurikulum pondok pesantren dan pengajarannya, b) manajemen tenaga kependidikan
(ustazd), c) manajemen kesiswaan (santri), d) manajemen keuangan, e) manajemen
sarana dan prasarana, f) manajemen hubungan masyarakat, g) manajemen layanan
khusus.
2.
Faktor
pendukung implementasi Manajemen Berbasis Pondok Pesantren Salafi Study
Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang
antara lain, a) dukungan peraturan pemerintah dan perundang-undangan, b) tuntutan
kehidupan demokrasi dalam era reformasi, c) adanya sub Hubungan Masyarakat(HUMAS), d) adanya kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan
profesionalisme ustazd, e) sarana dan prasarana yang lengkap, f) prestasi dalam
lomba kegiatan santri, g) adanya layanan khusus, h) letak pondok yang sangat
setrategis.
3.
Faktor
penghambat implementasi Manajemen
Berbasis Pondok Pesantren Salafi Study Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi
Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang sebagai berikut:
a.
Manajemen
kurikulum dan pengajaran: penerapan kurikulum pondok pesantren mrnuntut
penyesuaian untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
b.
Manajemen
tenaga kependidikan: kurangnya kedisiplinan dari para ustazd.
c.
Manajemen
kesiswaan: santri kesulitan dalam menangkap pelajaran.
d.
Manajemen
keuangan: tidak adanya honor untuk ustazd.
e.
Manajemen
sarana dan prasarana: fasilitas pendukung yang lengkap, tidak diimbangi dengan
perawatan dan pemeliharaan yang baik dari pondok pesantren.
f.
Manajemen
hubungan masyarakat: kurangnya peran aktif pondok pesantren.
g.
Manajemen
layanan khusus: dalam program perpustakaan petugas tidak aktif, koleksi kitab
yang dikurikulumkan juga masih belum lengkap dan kitab yang disediakan untuk
asatizd juga masih terbatas.
4.
Pemecahan
masalah dalam penghambat implementasi Manajemen Berbasis Pondok Pesantren
Salafi Study Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu
Sarang Rembang sebagai berikut:
a.
Manajemen
kurikulum dan pengajaran: pengajar yang di anggap paling senior memberikan
sosialisasi mengenai cara mengajar kepada para santri dengan sesuai kebutuhan
dan tingkatannya.
b.
Manajemen
tenaga kependidikan: pertamamengisi daftar hadir ustazd, kedua pelaporan daftar
hadir ustazd kepada pengasuh pondok pesantren (MIS).
c.
Manajemen
kesiswaan: ustazd melakukan evaluasi kemudian menerapkan perbaikan dalam bentuk
tehnik belajar mengajar. Selain itu pondok juga menyediakan ustazd khusus untuk
membimbingnya.
d.
Manajemen
keuangan: memberikan bisyaroh dengan alakadarnya. Selain itu pondok pesantren
(MIS) juga memberikan kebebasan untuk para ustazd yang tidak sama dengan
pengurus yang selain ustazd.
e.
Manajemen
sarana dan prasarana: dengan menumbuhkan kesadaran kepada para santri pondok
pesantren (MIS) akan pentingnya memelihara, menjaga dan merawat fasilitas yang
ada. Disamping itu pondok pesantren (MIS) juga memberikan koordinator khusus
kebersihan pondok pesantren.
f.
Manajemen hubungan masyarakat: melakukan
komunikasi dan koordinasi dengan para alumni pondok pesantren khususnya (MIS),
selain itu pondok pesantren memilih satu dari beberapa santri untuk menjadi
koordinator hubungan masyarakat (HUMAS).
g.
Manajemen
layanan khusus:pondok pesantren (MIS) memberikan amanat kepada beberapa santri
yang paling gemar membaca untuk menjadi petugas perpustakaan. Pondok pesantren
(MIS) juga mengalokasikan sebagian syahriah para santri untuk pembelian kitab
dan juga melengkapi kekurangan perpustakaan.
B.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka peneliti menyampaikan beberapa
saran-saran untuk dijadikan masukan bagi pelaksanaan pendidikan Islam di
Dipondok Pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie (MIS) Karangmangu Sarang Rembang
sebagai berikut:
1.
Pondok
pesantren harus mengutamakan kualitas dalam memberikan pengajaran para santri.
2.
Pondok
pesantren harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap para asatizd dan para
santrinya secara rutin dan kontinyu.
3.
Pondok
pesantrenharus
mencari pendapatan (incomme) lain untuk memberi honor para asatizd.
4.
Pondok
pesantren haeus menjalin hubungan dengan masyarakat dengan baik dan harus aktif
dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang mengarah ke posititif.
5.
Demikian saran-saran yang dapat penulis kemukakan, harapan dari
penulis semoga karya tulis ilmiah ini dapat dijadikan sebuah bahan pertimbangan
terhadap kepedulian guru agama dalam menanggulangi kenakalan siswa, sehingga
apa yang diharapkan oleh guru dan orang tua bisa tercapai.
Demikian saran-saran yang
dapat penulis kemukakan, harapan dari penulis semoga penelitian ini dapat
dijadikan sebuah masukan kepada pondok pesantren Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’ie
(MIS) sehingga apa yang diharapkan oleh pondok
pesantren dan orang tua bisa tercapai.